aku mencintai pagi yang sederhana ::
kran kamar mandi terbuka, decit engsel pintu, senyummu
“selamat pagi, sayang,” katamu
dan mimpiku semalam
tentang bunga-bunga yang bermekaran
menjadi lebih indah dalam kenyataan
setiap hari aku jatuh cinta pada pertanyaanmu ::
teh atau kopi, mimpi apa tadi malam
juga pada rasa sayangmu yang melampau ruang dan waktu
“shalat dulu,” katamu, “hampir setengah enam.”
di sanalah cinta menetas setiap pagi, sayangku ::
menghadirkan kicauan burung
pada suara AC yang dimatikan
pada jendela kamar kita yang dibuka
pada matamu yang lebih bercahaya
dari semua puisi yang pernah kubaca...
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
selepas dua salamku, aku mendoakanmu
dengan sungguh-sungguh
semoga Tuhan selalu mengizinkanmu
bangun lebih dulu, setiap hari
menjadi satu tangga menuju surga
selamat pagi, sayang
aku mencintai pagi ini yang sederhana
tanpa koran, TV atau radio
cukup wajahmu, gerakmu, lembut suaramu
maka hariku akan sempurna.
* repost
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan beri komentar Anda !