Selasa, 03 Desember 2013

SEPUCUK SURAT dari Ibu dan Ayah...

SEPUCUK SURAT dari Ibu dan Ayah...

..Anak ku,
Ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untuk ku

Suatu ketika aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup di atas meja, karena penglihatanku berkurang
Aku harap kamu tidak memarahiku.
Orang tua itu sensitif
...selalu merasa bersalah saat kamu berteriak.

Ketika pendengaran ku  semakin memburuk dan aku  tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan,
aku harap kamu tidak memanggilku " Tuli! "
Mohon ulangi apa yang kamu katakan  atau menuliskannya.

Maaf, Anak ku.
...Aku semakin tua

Ketika lutut ku mulai lemah,
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantu ku bangun
Seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan.

Aku mohon, jangan bosan dengan ku.
Ketika aku terus mengulai apa yang ku katakan, seperti kaset rusak
Aku harap kamu terus mendengarkan aku.
Tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku.

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon?
Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.

...Maafkan juga bau ku,
Tercium seperti orang yang sudah tua
Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi.
Tubuhku lemah...
Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin.
aku harap, aku tidak terlihat kotor bagi mu...

Apa kamu ingat, ketika kamu masih kecil?
Aku selalu mengejar-ngejar kamu...
karena kamu tidak ingin mandi
Aku harap kamu bisa bersabar dengan ku, ketika aku selalu rewel.
.Ini semua bagian dari menjadi tua, kamu akan mengerti ketika kamu tua.
Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara
bahkan untuk beberapa menit

aku selalu sendiri sepanjang waktu.
dan tidak memiliki seseorang pun untuk di ajak bicara
Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan.
Bahkan jika kamu tidak tertarik pada cerita ku,
Aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu.

Apa kamu ingat, ketika kamu masih kecil?
aku selalu mendengarkan apapun  yang kamu ceritakan tentang mainan mu.
Ketika Saatnya tiba...
dan aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit
Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku.

MAAF
kalau aku senghaja ngompol atau membuat berantakan
Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku.
selama beberapa saat terakhir dalam hidupku.
Aku mungkin, tidak akan bertahan lama,.

Ketika waktu kematian ku, datang,.
aku harap kamu memegang tangan ku dan memberikan ku kekuatan untuk menghadapi kematian.
Dan jangan khawatir...
Ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta..
aku akan berbisik padaNya...
untuk selalu memberikan BERKAH pada mu
Karena kamu mencintai, Ibu dan Ayah mu...

Terima kasih atas segala perhatianmu, nak..
Kami Mencintai Mu,
dengan kasih yang berlimpah, IBU DAN AYAH

:'( :'( :'(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan beri komentar Anda !

copyright© 2013 all rights reserved nelsonfratama.blogspot.com