Masih terngiang ditelinga saya kalimat “Man purpose, ALLAH dispose”
bahwa hidup adalah rangkaian ikhtiar demi ikhtiar, yang berawal dari
sebuah niat, niat yang mulia maupun tidak mulia dan selalu ada dua
kemungkinan yang terjadi diujung ikhtiar yaitu apakah hasil yang akan
terjadi itu sesuai dengan rencana saya atau sebaliknya, inilah ruang
kuasa ALLAH, iya ada ruang yang mesti saya sadari, ruang di mana setiap
ikhitiar tak dapat saya ketahui ujungnya, ruang yang benar – benar
sangat gelap bagi saya.
Ruang itu adalah kehendak ALLAH… (QS. Ar – Rad : 39)“ALLAH menghapuskan apa yang DIA kehendaki dan menetapkan apa yang DIA kehendaki”
Iya saya hanya hamba, yang perlu saya
pahami didalam setiap takdir adalah bukan hanya ALLAH menunjukan betapa
maha berkehendaknya DIA, tapi juga betapa ALLAH mengetahui segala
galanya, bahkan yang menurut saya gelap dan misteri, ALLAH mengetahui
apa yang akan terjadi, untuk itulah ALLAH memilihkan takdir terbaik.
Saya adalah milik ALLAH dan setiap pemilik akan memelihara apa yang
dimilikinya dengan kasih sayang artinya apapun, iya apapun yang terjadi
saat ini karena ALLAH menyayangi saya, mungkin saat ini terlihat seperti
luka yang perih menyayat hati namun tahukah saya bahwa esok ini akan
menjadi sesuatu yang saya syukuri
subhanallah, lalu masihkah saya marah atas takdir kali ini ketika saya tahu bahwa ini terjadi karena kasih sayangNYA.
Ketika semua tak seperti yang saya
inginkan, sedih pasti, kecewa apalagi, dan akan menjadi kekeliruan yang
fatal ketika saya salah menyikapi, haruskah saya marah dengan ALLAH
yang telah memutuskan ini terjadi? satu hal yang harus saya ingat “boleh
jadi engkau menyukai sesuatu tapi itu belum tentu baik menurut ALLAH,
dan boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi itu belum tentu buruk
menurut ALLAH” siapa yang lebih tahu, saya atau ALLAH, jadi kalau saya protes sok tahu banget saya merasa bahwa rencana saya yang terbaik 
Hidup memang hitam putih, berliku dan
kadang harus memasuki lorong gelap sendiri, namun semua karena kasih
sayang ALLAH, bukankah ALLAH tidak pernah membiarkan saya sendiri
melalui semua ini, janji ALLAH untuk bersama orang orang yang sabar itu
pasti dipenuhiNYA, ALLAH tidak pernah ingkar janji, jadi JANGAN
berprasangka buruk kepada ALLAH bahwa luka ini terjadi karena ALLAH
tidak sayang saya, nauzubillahimindzalik.
Dan teruslah penuhi hidup dengan berbaik
sangka kepada ALLAH, jangan ada ruang sekecil apapun dalam diri ini
untuk berburuk sangka padaNYA, dapat menemui kehendakNYA sejalan dengan
prasangka saya kepadaNYA. Percaya deh, dengan berbaik sangka kepada
ALLAH akan merubah musibah menjadi anugrah, kesedihan menjadi
kegembiraan. Karena ALLAH mengikuti prasangka hambaNYA.
Ujian, kehilangan, luka yang terjadi akan berubah dalam sesaat menjadi
kekuatan hidup yang kian membuat saya lebih bijaksana dan tenang.
Saya jadi ingat ucapan sahabat saya
“kalau semua yang terjadi adalah takdir ALLAH, ngapain dong kita sibuk
ikthiar De, duduk manis aja nunggu takdir” ini namanya pasrah, kira kira
apa yang akan kita dapat ketika kita hanya pasrah tanpa ikhtiar? dapat
apa yah kira kira, satu lagi yang perlu diingat takdir ALLAH adalah
akhir dari ikhtiar, ikthiar dulu baru takdir, tak ada ikhtiar tak ada
yang akan terjadi, mau apa hidup hanya gitu gitu aja, pahala juga gitu
gitu aja, tingkat kemuliaan juga gitu gitu aja, apalgi kasih sayang
ALLAH
sudah terlalu banyak orang biasa dibumi ALLAH ini, maka kita harus menjadi hamba yang luar biasa !! kan gitu yah?
Ketika takdir ALLAH tak dapat saya pahami, maka kembalilah kepadaNYA, sebab memang ada ruang gelap yang harus saya pahami. Diruang inilah tempat saya menyandarkan segala pengharapan saya. Diruang inilah energi tawakal saya letakan, kepasrahan saya labuhkan. Akhirnya, sayapun akan mengerti takdir ALLAH adalah cintaNYA kepada saya…
Again, kita hanya hamba, hanya debu, ALLAH
lah pemilik segala keputusan, STOP bertanya mengapa begini mengapa
begitu, tak akan sanggup kita memahami ruang misteri milik ALLAH 
ALLAH lebih tahu yang terbaik, semakin ridho semakin cinta ALLAH kepada kita
yok, raih cinta ALLAH melalui luka ini, ridho !!